Translate

Kamis, 12 Maret 2020

Kulit kering dan penyebabnya

Kulit kering adalah masalah yang terjadi saat lapisan kulit paling atas (epidermis) tidak terhidrasi dengan baik. Akibatnya, kulit terlihat seperti bersisik, mengelupas, bahkan hingga pecah-pecah. Kondisi ini dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja, tapi paling umum terjadi pada kaki dan tangan.
Siapa pun bisa terkena kondisi kulit yang satu ini. Namun, orang yang berusia lebih tua biasanya cenderung lebih rentan mengalami kulit kering. Ini karena lansia mengalami penurunan jumlah minyak sebagai pelumas alami kulit.

Apa penyebab kulit kering?

Biasanya kulit yang kering disebabkan oleh berbagai faktor seperti :

1. Iklim

Kulit akan berada dalam kondisi paling keringnya pada musim dingin, saat suhu dan kadar kelembaban udara menurun. Selain itu, iklim panas dengan kelembaban rendah juga bisa membuat kulit mengering karena dehidrasi.

2. Paparan sinar matahari

Paparan sinar matahari dalam iklim apa pun bisa membuat kulit mengalami kekeringan. Pasalnya, sinar UV mampu menembus jauh ke bawah permukaan kulit hingga mengurangi kadar minyak alami.

3. Mandi air panas

Kebiasaan mandi dan berendam air panas terlalu lama bisa membuat kulit menjadi bersisik. Ini karena air panas bisa menghilangkan minyak alami kulit dan menghilangkan kelembabannya.
Oleh karena itu, jangan berlama-lama mandi meski memang enak. Hindari juga menggunakan air yang terlalu panas.

4. Sabun dan deterjen yang keras

Sabun dan deterjen yang keras memiliki berbagai zat dan kandungan yang bisa menghilangkan kelembaban kulit. Sabun mandi batangan biasanya mengandung bahan pembersih yang disebut dengan surfaktan.
Surfaktan merupakan zat pembersih yang memiliki pH basa. Produk-produk yang memiliki pH basa atau alkali bisa mengganggu lapisan kulit luar dan mencegah kulit melindungi dirinya sendiri dengan benar. Akibatnya, yang muncul justru kekeringan dan iritasi kulit.

5. Kurang minum air dalam jumlah yang cukup

Aturan minum air delapan gelas per hari bukan sekadar mitos belaka. Pasalnya, tubuh memang membutuhkan cukup cairan untuk bekerja dengan baik. Kurang minum air bisa membuat kulit menjadi kering dan tidak bercahaya.

Kulit sensitif, bagaimana ciri-cirinya?

Jika kulit Anda pernah mengalami reaksi yang tidak biasa seperti gatal-gatal setelah memakai produk perawatan kulit atau produk wewangian, kemungkinan besar Anda memiliki kulit sensitif.

Guna mengetahui cara penanganannya, Anda harus mengenal terlebih dulu ciri kulit sensitif dan apa yang menyebabkannya untuk mencegah iritasi tidak terulang kembali.

Kulit Sensitif adalah kondisi kulit yang bereaksi secara berlebihan pada faktor lingkungan. Reaksi kulit yang berlebihan ini kerap dialami saat memakai kosmetik, sabun, sampo, atau lotion tabir surya.

Kondisi kulit sensitif bisa memburuk saat terpapar udara yang kering dan dingin. Meski tanda iritasi tidak selalu terdeteksi, rasa gatal, perih, tersengat atau sensasi kulit kencang umumnya selalu ada.

Berikut ini tanda-tanda kulit Anda termasuk ciri kulit sensitif.

1. Bercak atau ruam muncul dengan mudah
2. Kulit tidak menyerap wewangian dengan baik
3. Produk membuat wajah Anda merah atau sakit menyengat
4. Alergi
5. Kulit sering mengelupas
6. Kulit terasa gatal
7. Kulit memerah

Mengenal Corona Virus, virus baru yang merebak di tahun 2019



Virus Corona atau 2019 Novel Coronavirus adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.  Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Gejala Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

Namun ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
  • Demam
  • Batuk
  • Sesak napas
Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.


Kapan harus ke dokter
Segera ke dokter bila Anda mengalami gejala infeksi virus Corona (COVID-19) seperti yang disebutkan di atas, terutama jika gejala muncul 2 minggu setelah kembali dari Cina atau negara lain yang positif terinfeksi. Orang yang dicurigai terinfeksi virus Corona harus segera dirujuk ke IGD rumah sakit terdekat agar mendapat penanganan yang tepat.

Penyebab Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.

Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:
  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19.
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu, setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19.
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan.
Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

Diagnosa Virus Corona
Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien bepergian ke wilayah endemik virus Corona sebelum gejala muncul.

Guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan berikut:
  • Uji sampel darah
  • Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak
  • Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru

Pengobatan Virus Corona
Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya, yaitu:
  • Memberikan obat pereda demam dan nyeri. Namun, dokter tidak akan memberikan aspirin kepada penderita COVID-19 yang masih kanak-kanak.
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk mandi air hangat dan menggunakan humidifier (pelembab udara), untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan.
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk istirahat yang cukup dan tidak keluar rumah untuk mencegah penyebaran virus.
  • Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih guna menjaga kadar cairan tubuh.

Komplikasi Virus Corona
Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius berikut ini:
  • Pneumonia
  • Infeksi sekunder pada organ lain
  • Gagal ginjal
  • Acute cardiac injury
  • Acute respiratory distress syndrome
  • Kematian

Pencegahan Virus Corona
Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
  • Hindari bepergian ke Cina atau ke negara lain yang telah ditemukan adanya penularan virus Corona.
  • Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di tempat umum atau keramaian.
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol setelah beraktivitas di luar ruangan.
  • Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
  • Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
  • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Hindari berdekatan dengan seseorang yang sedang sakit.
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.

Untuk seseorang yang diduga terkena COVID-19, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu:
  • Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
  • Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
  • Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
  • Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
  • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
  • Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
  • Terapkan etika batuk dan gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu buang tisu ke tempat sampah.

Surat Al Fatihah, pembuka surat dalam Al Qur'anul Karim

Surat Al Fatihah ini menjadi pembuka segala surat dalam Al Qur'an dan tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Surat ini kerap dibaca di setiap sholat bahkan menjadi rukun sholat.

Dari segi bahasa, Al Fatihah memiliki arti yaitu pembukaan.

Surat ini amat mudah untuk dihafalkan. Bahkan anak kecil saja sudah bisa untuk melafadzkannya.

Bila kamu menyimak dan memperhatikan setiap penggalan ayatnya, ia berisi sifat-sifat Allah yang Maha Agung. Semakin sering dilafadzkannya surat ini seharusnya semakin kita dekat kepada Allah SWT.

Mulai dari peng-Agungan Allah SWT sebagai zat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Allah sebagai Dzat yang memiliki kekuasaan atas segala apa yang ada di langit dan di bumi. Dan peng-Agungan sifat-sifat Allah yang lainnya.

Di surat ini juga memberikan pesan bahwa, manusia sebagai hamba tidak ada daya dan upaya. Karena pada dasarnya setiap peristiwa yang terjadi di alam semesta atas dasar kehendak Allah SWT.

Sebagai manusia, kita hanya bisa berserah diri dan menggantungkan harap hanya kepadanya.

Surat ini tergolong surat Makkiyah, yaitu surat yang diturunkan di kota Makkah.

Bacaan Surat Al Fatihah

Ayat pertama:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Latin: “Bismillaahir rohmaanir rohim.”

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Ayat kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Latin: “Alhamdulillaahi robbil ‘alamiin”

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

Ayat ketiga:

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم

Latin: “Ar Rohmaanirrohiim.”

Artinya : “Yang Maha Pengasih, Lagi Maha Penyayang.”

Ayat keempat:

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Latin: “Maaliki yaumiddiin“.

Artinya : “Pemilik hari pembalasan.”

Ayat kelima:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Latin: “Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin.”

Artinya: “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”

Ayat keenam:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Latin: “Ihdinash-shirrootol musthaqiim.”

Artinya: “Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

Ayat ketujuh:

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Latin: “Shiroothol ladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghduubi ‘alaihim waladh-dhoolliin“

Artinya: “(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

Rabu, 11 Maret 2020

Alhamdulillah, bisa diaktifkan kembali setelah vakum sekian lama..

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Ini adalah kesempatan pertama kalinya mencoba masuk ke blog ini kembali. Dimulai dari lupa passwordnya. Lalu mencoba mengingat-ingat dengan harapan bisa masuk. dan ternyata.................. Berhasil. Alhamdulillah. Semoga ke depannya dapat memposting hal-hal yang memberi manfaat, in syaa Allah.

Senin, 23 Desember 2013

Perbedaan Jamu, Herbal Terstandar dan Fitofarmaka


Tidak jauh berbeda dengan perjalanan dari telur, ulat, kepompong, lalu jadilah kupu-kupu. Jamu yang merupakan warisan nenek moyang, ‘bermetamorfosis’ menjadi herbal terstandar hingga tingkatan yang lebih tinggi yaitu fitofarmaka. Namun perubahan tersebut tidak begitu saja karena jamu harus diteliti selama bertahun-tahun dengan menelan biaya milyaran rupiah.

Kategori obat bahan alam terdiri dari jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka. Pengelompokan tersebut berdasar atas cara pembuatan, klaim pengguna dan tingkat pembuktian khasiat.

Jamu
Jamu merupakan bahan obat alam yang sediaannya masih berupa simplisia sederhana, seperti irisan rimpang, daun atau akar kering. Sedang khasiatnya dan keamanannya baru terbukti setelah secara empiris berdasarkan pengalama turun-temurun. Sebuah ramuan disebut jamu jika telah digunakan masyarakat melewati 3 generasi. Artinya bila umur satu generasi rata-rata 60 tahun, sebuah ramuan disebut jamu jika bertahan minimal 180 tahun.
Sebagai contoh, masyarakat telah menggunakan rimpang temulawak untuk mengatasi hepatitis selama ratusan tahun. Pembuktian khasiat tersebut baru sebatas pengalaman, selama belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa temulawak sebagai antihepatitis. Jadi Curcuma xanthorriza itu tetaplah jamu. Artinya ketika dikemas dan dipasarkan, prosuden dilarang mengklaim temulawak sebagai obat.
Selain tertulis "jamu", dikemasan produk tertera logo berupa ranting daun berwarna hijau dalam lingkaran. Di pasaran banyak beredar produksi kamu seperti  Tolak Angin (PT Sido Muncul), Pil Binari (PT Tenaga Tani Farma), Curmaxan dan Diacinn (Lansida Herbal), dll.

Herbal Terstandar
Jamu dapat dinaikkan kelasnya menjadi herbal terstandar dengan syarat bentuk sediaannya berupa ekstrak dengan bahan dan proses pembuatan yang terstandarisasi. Disamping itu herbal terstandar harus melewati uji praklinis seperti uji toksisitas (keamanan), kisaran dosis, farmakodinamik (kemanfaatan) dan teratogenik (keamanan terhadap janin).
Uji praklinis meliputi in vivo dan in vitro. Riset in vivo dilakukan terhadap hewan uji seperti mencit, tikus ratus-ratus galur, kelinci atau hewan uji lain.
Sedangkan in vitro dilakukan pada sebagian organ yang terisolasi, kultur sel atau mikroba. Riset in vitro bersifat parsial, artinya baru diuji pada sebagian organ atau pada cawan petri. Tujuannya untuk membuktikan klaim sebuah obat. Setelah terbukti aman dan berkhasiat, bahan herbal tersebut berstatus herbal terstandar.


Meski telah teruji secara praklinis, herbal terstandar tersebut belum dapat diklaim sebagai obat. Namun konsumen dapat mengkonsumsinya karena telah terbukti aman dan berkhasiat. Hingga saat ini, di Indonesia baru 17 produk herbal terstandar yang beredar di pasaran. Sebagai contoh Diapet (PT Soho Indonesia), Kiranti (PT Ultra Prima Abadi), Psidii (PJ Tradimun), Diabmeneer (PT Nyonya Meneer), dll. Kemasan produk Herbal Terstandar berlogo jari-jari daun dalam lingkaran.

Fitofarmaka
Sebuah herbal terstandar dapat dinaikkan kelasnya menjadi fitofarmaka setelah melalui uji klinis pada manusia. Dosis dari hewan coba dikonversi ke dosis aman bagi manusia. Dari uji itulah dapat diketahui kesamaan efek pada hewan coba dan manusia. Bisa jadi terbukti ampuh ketika diuji pada hewan coba, belum tentu ampuh juga ketika dicobakan pada manusia.
Uji klinis terdiri atas single center yang dilakukan di laboratorium penelitian dan  multicenter di berbagai lokasi agar lebih obyektif. Setelah lolos uji fitofarmaka, produsen dapat mengklaim produknya sebagai obat. Namun demikian, klaim tidak boleh menyimpang dari materi uji klinis sebelumnya. Misalnya, ketika uji klinis hanya sebagai antikanker, produsen dilarang mengklaim produknya sebagai antikanker dan antidiabetes.
Kemasan produk fitofarmaka berupa jari-jari daun yang membentuk bintang dalam lingkaran. Saat ini di Indonesia baru terdapat 5 fitofarmaka, contoh Nodiar (PT Kimia Farma), Stimuno (PT Dexa Medica), Rheumaneer PT. Nyonya Meneer), Tensigard dan X-Gra (PT Phapros).
 Berikut perbedaan antara jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka menurut dr. Arijanto:

Jamu

* Formula tradisional yang telah digunakan ratusan tahun berdasar pengalaman empiris
* Dapat digunakan tanpa studi praklinis dan klinis karena aman dan memiliki efikasi
* Direkomendasikan untuk promosi kesehatan dan pencegahan

Obat herbal terstandar

* Formulasinya dari jamu atau penemuan obat herbal baru
* Sudah melalui uji praklinis (pada hewan)
* Di kalangan profesi medis, digunakan untuk terapi alternatif

Fitofarmaka

* Formula mengandung obat dan berefek kuratif atau menyembuhkan
* Sudah melalui studi praklinis dan klinis
* Baru enam tanaman herbal Indonesia yang memenuhi standar fitofarmaka karena mahalnya biaya studi, di antaranya temulawak dan pegagan

Itulah tiga kriteria produk bahan alam dan tahapan panjang yang harus dilalui oleh produsen obat bahan alam untuk mendapatkan status tertinggi sebagai obat yaitu fitofarmaka. Semua uji tersebut ditempuh demi keamanan konsumen.

Jumat, 20 Desember 2013

Maserasi

Maserasi merupakan proses perendaman sampel menggunakan pelarut organik pada temperatur ruangan. Proses ini sangat menguntungkan dalam isolasi senyawa bahan alam karena dengan perendaman sampel tumbuhan akan terjadi pemecahan dinding dan membran sel akibat perbedaan tekanan antara di dalam dan di luar sel, sehingga metabolit sekunder yang ada dalam sitoplasma akan terlarut dalam pelarut organik dan ekstraksi senyawa akan sempurna karena dapat diatur lama perendaman yang dilakukan. Pemilihan pelarut untuk proses maserasi akan memberikan efektivitas yang tinggi dengan memperhatikan kelarutan senyawa bahan alam dalam pelarut tersebut. Secara umum pelarut metanol merupakan pelarut yang banyak digunakan dalam proses isolasi senyawa organik bahan alam karena dapat melarutkan seluruh golongan metabolit sekunder.

Kelebihan Maserasi

Seperti dijelaskan diatas maserasi dapat digunakan untuk jenis senyawa tahan panas ataupun tidak tahan panas. Selain itu tidak diperlukan alat yang spesifik, dapat digunakan apa saja untuk proses perendaman.

Kekurangan Maserasi

Maserasi membutuhkan waktu yang lama, biasanya paling cepat 3x24jam, disamping itu membutuhkan pelarut dalam jumlah yang banyak.